Previous Entry Share Next Entry
Sayonara My First Love (Part 2)
My Inoo Kei
dainoo

Seminggu sudah setelah kejadian kelam itu, Yuka akhirnya sadar dari
koma  namun berdasarkan pemeriksaan lanjut yang dilakukan oleh tim
dokter Yuka menderita amnesia. Saat Yuka tersadar dari koma, dia sama
sekali tidak ingat apapun tentang kecelakaan itu, apapun yang berkaitan
dengan hari-hari sebelumnya namun dia tetap ingat dengan teman dan
keluarganya kecuali Fuma dan beruang.


Sebulan telah berlalu, kehidupan Yuka berjalan normal seperti apa
adanya. Setelah pulang pemantapan, Yuka dan teman-temannya pergi hang
out ke amusement park dan mencoba semua wahana yang ada.

         “Minna, naik roller coaster yuuk” ajak Airi.

         “Atashi pass!” balas cewek berkaca mata bernama Kein.

         “Kein-chan ga asik nih” goda Yuka

         “Atashi mo pass ya, ntar asma cupid kumat lagi”

         “Loser! Ayo dah minna hanya kita yang berani dan yang berjiwa Kartini yang naik wahana itu. Ayok kita kemon
Sela Chierie wanita paling pemberani dalam genk. Saat Chierie
melangkahkan kakinya menuju wahana itu, tak ada satu orangpun yang
mengikutinya, dia menoleh kebelakang dan memarahi teman-temannya.

         “Kalian ini gimana sih minna. Tadi ngajakin malah ga
berani, tunjukkan jiwa Kartini, Cut Nyak Dien dan pahlawan wanita yang
telah gugur membela Negara kita. Airi! Kamu gimana sih.”bentaknya.

         “Hehehe,,, gimana ya Chi. Sebenarnya aku takut juga, tadi
Cuma iseng ngajakinnya. Kalo Chi mau naik wahana itu naik aja, kita-kita
nunggu di sini”. Mereka mengangguk tanda setuju dan Chierie hanya
menghela nafas dan berkata:

         “Ga enak pergi sendiri. Ga ada yang aku jambak ntar. Males
ah. Mending aku belie s krim aja” Chierie ngeloyor pergi mencari dagang
es krim dan yang lainnya mengikuti Chi.

         “Aaahh! Itu dia dagangnya” tunjuk Yui.

         “Hmm.. disini ga ada dagang cilok kah?”Tanya Airi

         “Ya ga adalah Airi chan” balas Yuka. Saat mereka sedang
memilih2 es krim yang akan di beli, tiba-tiba seseorang mendekati genk
itu dan bertindak kasar kepada Yuka.

         “Di sini kau akhirnya, wanita pencabut nyawa” kata laki-laki itu.

         “Kento! Kamu kasar sekali” kata Yuka mengelus pundaknya karena kesakitan.

         “Ini ga lebih sakit dari apa yang aku rasakan, kehilangan sahabatku sendiri dan itu garagara kamu” bentak Kento.

         “Maksudmu apa? Sahabatmu yang mana?”

         “Busuk! Secepat itu kamu ngelupain dia”

         “Kento.. Kento.. stop! Aku akan jelaskan apa yang terjadi
dengan Yuka tapi jangan dihadapan Yuka” kata Airi menyela dan membawa
pergi kento jauh dari Yuka.

         “Kento begini… Hmm,,,, gimana bilangnya yaa. Aku takut kamu ga akan mengerti”

         “Jelasin aja Airi!”

         “Begini Kento. Sebenarnya Yuka menderita amnesia setelah kecelakaan itu”

         “Amnesia? Hahahaha. Airi ini bukan sinetron kayak di
tipi-tipi itu. Kalo wanita itu amnesia, dia ga akan ingat kalian dan ga
akan seakrab itu sama dia” Kento meragukan kata-kata Airi.

         “Sudah aku bilang, kamu pasti ga akan ngerti. Amnesia yang
di derita Yuka kasusnya beda. Dia ga lupa sama kami temannya, kamu dan
keluarganya. Aku ga tau pasti nama amnesianya tapi yang jelas dia lupa
sama Fuma dan hal-hal mengenai kecelakaan itu dan beruang” jelas Airi.

         “Beruang?? What the Hell!!” Kento marah-marah dan menendang tong sampah di depannya.

         “Sulit emank buat dingertiin. Aku, teman-teman dan
keluarganya ga ada yang kasi tau soal Fuma. Jadi, kamu jangan
ungkit-ungkit soal Fuma di depannya lagi. Biar seiring berjalannya
waktu, Yuka akan ingat sendirinya. Aku mohon sama kamu” pinta Airi.
Setelah Kento mengerti segalanya, mereka kembali ke Yuka n the genkz.

         “Yuka maafkan aku yang tadi yaa. Maaf” Kento membungkukkan badannya.

         “Iya gpp”

         “Kalo begitu aku pergi. Oh iya, semoga ingatanmu kembali”
kata kento kepada Yuka dan Yuka hanya bengong menanggapi kata-kata dari
Kento.

         “Kento kenapa sih Airi-chan? Kalian ngomongin apa di sana tadi?tanya Yuka.

         “Un un.. betsu ni” Airi menggeleng-gelengkan kepalanya.

#2 hari kemudian..

“Mikaru, besok bisa temenin aku ke mall ga?” tanya Yuka dari ambungan telfon.

“Ehmmm.. gimana ya. Sebenarnya cup males kat, tapi demi sahabat
belahan hati cup, cup temenin deh. Sekalian cup mau beli tempet minum
warna pink” balas Mikaru lewat telfon.

“Okidii, mata ashita ne”.

Keesokannya, mereka berdua jadi pergi ke Mall dan Yuka berencana
membeli memo untuk catatan pelajaran tambahan di sekolah, saat
melintasi  toko pernak pernik, ia menghentikan langkahnya dan melihat
jepitan, liontin dan bros beruang tertata rapi di etalase toko.

“Cup, ekat pengen beli ini deh. Ga tau nih pengeeeen banget”

“Beli aja kat, ini kan barang kesukaan ekat, beruang!”

“Iyakah? Hmm... ayo dah kita masuk buat beli itu” lalu Yuka menyeret tangan Mikaru untuk masuk ke dalam toko pernak-pernik itu.

Di dalam toko itu ada sekitar 4 orang pelanggan dan 5 orang karyawan
toko. Terlihat seorang laki-laki berkulit putih dan bermata sipit
berdiri sedang memilih-milih kalung berliontin beruang.

“Permisi mas!”. Pria itu menggeserkan badannya sedikit dan kembali memilih-milih kalung.

“Cup, kira-kira bagusan yang mana ya?” Yuka menunjukkan barang yang dia pilih kepada Mikaru.

“Yang ini aja kat” Mikaru menunjuk bros beruang berkilau dan Yuka
langsung membawa barang itu ke kasir. Saat akan membayar di kasir
ternyata Yuka lupa membawa dompet.

“Cupid, ekat lupa bawa dompet. Gimana donk?”

“Neh, Cup cuma bawa uang pas pake beli tempat minum itu aja”.

“Yah, cup. Siniin dah uangnya. Besok ekat ganti” rengek Yuka.

“Anak kecil. Kieeeh! Sodari Domoto Yuka!! tempat minum itu lebih berharga dari bros beruang ini”

“Cup jahat” Yuka membalikkan badannya tanda bahwa ia marah sama Mikaru.

Tiba-tiba dari belakangnya ada laki-laki baik hati menyodorkan kartu
kredit yang berniat membayarkan barang yang diinginkan Yuka

“Eh, makasi ya” kata Yuka.

“Iya sama-sama” balas senyum laki-laki itu.

“Kamu suka beruang?” tanya laki-laki itu.

“Hmm... ga juga siy, cuman tertarik aja sma beruang?”

“Tapi kok kayaknya aku ga asing sama muka kamu ya? Apalagi namamu itu. Seperti aku pernah kenal sama kamu.”

“Eh iya? Masa? Mas kenal sama wanita ini? Yang gendut begini?” ejek Mikaru. Yuka mencubit pinggang Mikaru berkali-kali.

“Awww... sakit ekat!!”

“Abisnya Cupid mempermalukan ekat di depan laki-laki tampan” bisik Yuka.

“Baiklah kalo begitu, sampai jumpa lagi” laki-laki itu pamit dan pergi meninggalkan toko.

“Anihh cup, ekat lupa nanya nama dia?”Yuka menepuk pundak Mikaru.

“Ga penting. Yang penting itu sekarang adalah sembuhin luka bekas
cubitan ekat dan temani cupid beli botol minuman itu.SEKARANG!” tegas
Mikaru dan Yuka hanya mengangguk.

Setelah seharian pergi, Yuka kembali ke rumah dan memulai rutinitas
biasanya d rumah omnya. Tapi, saat memasuki gerbang rumah, dia melihat
mobil panther pick up parkir di halaman rumahnya.

“Wuiih otochan dan okaachan datang!” katanya dalam hati.

“Tadaimaaaa!” Yuka memberi salam saat masuk rumah.

“Kamu sudah pulang Yuu-chan, kami baru saja sampai. Tadi kapalnya delay soalnya cuaca ga mendukung” jelas ibunya.

“Pesawat kali delay,, Kalian kenapa tidak memberi tahuku kalo kalian akan datang?”

“Kami sudah kasi tahu om mu kok kemarin”. Di dalm hati, yuka berkata
“pantes aja aku disuruh bersih-bersih rumah sampai kinclong, Palsu!”

“Oh iya Yuu-chan, kamu sudah tau belum kalo Go-ku sudah balik dari Dubai? Ayahnya dipindah tugaskan di sini lagi.”kata ibunya.

“Go-kun? Go-kun? Hmm...” Yuka berpikir keras untuk mengingat nama Go-kun itu.

“Teman mainmu waktu kecil itu.

“Oooohh Go-kun. Iya aku ingat sekarang. Sekarang mereka tinggal dimana? Berarti umurnya Go-kun 17 tahun donk?”

      “Sepertinya. Oh iya Yuu-chan gimana dorama yang ibu pesen kemarin itu?”

      “Yang mana?” Yukapun bingung.

        “Si Kimura Takuya itu?”

        “Oh yang itu, udah ada kok. Nama doramanya itu Priceless. Ibu harus berterima kasih kepada temanku Kein. Dia yang dowloadin dorama itu.

        “Iyaa. Besok titipin temanmu itu hadiah ya”

        “Sippo” kata Yuka sambil mengacungkan jempolnya.

        “Kalian ngomongin apa?” tanya ayah Yuka

        “Kimura Takuya” jawab Yuka, namun ibunya langsung membekap mulut anaknya bermaksud agar ayahnya tidak tahu. Maklum ayah Yuka selalu cemburu kalau istrinya itu membicarakan lelaki lain selain dirinya.

        “Ehhh masih siy gantengan saya kemana-mana”

      “Tuh dengerin, masih gantengan otochan katanya”

        “Tapi banyakan Kimutaku”. Yuka melihat kelakuan suami istri itu hanya tertawa geli dan pergi menjauh dari perkelahian tak bermutu itu.

#Seminggu kemudian..

        “Yuuukaaaa....” panggil Kein dari kejauhan.

        “Hmm.. nani?” jawab Yuka malas.

        “Ihh Yu-chan gitu amat jawabnya”

        “Kenapa Kein-chan?” Yuka memasang muka manis banget.

        “Kalo kamu begitu yang keliatan cuma mukamu aja, matamu ilang” ejek Kein.

        “Yeee... ada apa sih?” tanya Yuka.

        “Ntar nonton pertandingan futsal nyok di Turide. Yang main anak SMA sebelah. Mau liat Kei-sama”.

        “Arrrooo Kein modus. Nonton aja sendiri”

        “Yaaahh, Yuu-chan. Ayooo dunk” Kein terus membujuk Yuka dan akhirnya Yukapun dengan berat hati menemaninya.

#Di Turide pertandingan futsal..

        “Giring teruuuuussss Kei-sama” teriak Kein saat melihat orang yang dikaguminya itu menggiring bola. Pertandingan sudah berjalan 20 menit dan belum ada satu gol pun yang tercetak dari dua belah kubu yang sedang bertanding.

        “PRRRRRRIIIIIIIIIIITTTTTTTTTTTTTTTT” peluit berbunyi tanda terjadi pelanggaran dan ternyata Kei idola dari Kein terkena sepak keras dari lawan dan mengharuskan pergantian pemain.

        “Keeeeeeeeiiiiii-samaaaa. Jelek banget caranya main lawannya itu. Tak teror dia besok. Liat aja”. Ancaman itu keluar dari mulut Kein dan seperti biasanya kalo kein sudah berniat jahat, niatnya itu akan dilaksanakannya apapun dan dimanapun itu sampai orang itu menyesal. Selama pertandingan Yuka hanya mendengarkan iPODnya padahal suara musik yang keluar dari headset itu sama sekali tak terdengar di telinga Yuka karena saking riuhnya sorak-sorak  penonton.

         Akhirnya, pemain cadangan pun turun menggantikan Kei yang cedera.  Saat melihat pemain lain yang menggantikan Kei bertanding turun, Yuka membuka headsetnya dan mengucek-ucek matanya seakan mengenal laki-laki itu.

         “Ne, Kein-chan itu siapa?” tunjuknya ke arah pemain baru itu.

         “Ooh itu, dia siswa pindahan dari Dubai. Namanya aku kurang tau tapi cewek-cewek di sekolah kita manggilnya Go-kun”

         “MATTE! Go-kun?? Dubai?” katanya kaget.

         “Iya. Yuu-chan kenapa sih pake kaget gitu segala?”

         “Ntar selesai pertandingan temenin aku cari orang itu ya?”, Kein menanggukkan kepalanya.

         Pertandingan futsal itupun selesai sudah, Tim idola dari Kein kalah karena striker handal itu cedera. Mereka berdua, Kein dan Yuka berlari menuju ruang ganti para pemain dan berhasil menemukan orang yang Yuka cari.
          “Hei kamuuu,, Tunggguuuuu!!!” panggil Yuka.
          Orang itu menoleh dan membalasnya dengan senyuman dan tiba-tiba, BRRUUUKKKKK! Laki-laki yang di sebut Go-kun itu ambruk seketika.

*to be cont..



?

Log in