HSJ THAILAND FAN REPORTS ♥
My Inoo Kei
dainoo
HSJ THAILAND FAN REPORTS ♥

“there was a little girl who checked-in in the hotel Yamada said kawaii
and pointed at her. he went near the little girl. he was shocked to
know that the little girl is one of their fans and he can’t help but to
hug the little girl.”

“As you knw Thailand is a hot place Some
fans asked HSJ by body language ” you hot? “And they acts back that ” a
little ” what fans do it taking thr uchiwa and blowing for HSJ.. I love
that moment.. Hsj seem happy and talk to fans also guard didnt say
anything and let fans be close to them because they know how to respect
each othr”

Read more...Collapse )

Sayonara My First Love (Part 1)
My Inoo Kei
dainoo
Ini FF saya khususkan buat akirayuka..
semoga dapat membuat harimu bahagia..
Dozo...

Starring : Domoto Yuka, Mikaru Yaotome, Inoo Kein, Airi Arioka, Chierie Yuri, Go-kun,dll
Genre: romance

Sayonara My First Love...Collapse )

Pirates Prince (part 3)
My Inoo Kei
dainoo
Di lain kisah…………
“Kapten!!! Kami berhasil menculik dua anggota bajak laut saingan kita” teriak hikaru.
Yabu pun keluar dari sebuah tenda dan kemudian diikuti oleh Yuto, Inoo, Yamada, dan Ryutaro
“Mana mereka?” tanya yabu “Nih ada di dalam karung, Yuya,Keito buka ikatan karungnya!” perintah hikaru. Dan setelah karung itu terbuka JREEEENGG….

Read more...Collapse )

HappY VaL...
My Unmei no Hito
dainoo
My Shipper

Happy Val minnaaa...
Although i'm not celebrate it,,
but i want spread their love to everyone,,,,
Hope your Val day be the best day with your couple....
Tags:

My Hero (part II)
My Inoo Kei
dainoo

Previsiously….

Kein yang sedang galau karena di bohongi oleh Naya, menangis sendiri di sebuah taman dan tiba-tiba seorang lelaki bernama  Inoo Kei menyeka airmata Kein. Teman-teman Kein marah besar saat mengetahui apa yang telah diperbuat Naya kepada Kein. Untuk menghilangkan kegalauannya, Kein dan teman-temannya memutuskan untuk hangout ke mall dan di salah satu kafe mereka bertemu dengan Inoo Aki, teman dari Yui. Ternyata, Inoo Kei adalah kakak dari Inoo Aki. Kein dan Inoo Kei pun terkejut saat bertemu…

Read more...Collapse )


[Shop Photo] Johnny's World InooDai
Masaki
dainoo
1126JUMPWORLD_Daiki_01
1126JUMPWORLD_Daiki_02
1126JUMPWORLD_Daiki_03
1126JUMPWORLD_Daiki_04
1126JUMPWORLD_Daiki_05
1126JUMPWORLD_Daiki_06
1126JUMPWORLD_Daiki_07
1126JUMPWORLD_Daiki_08
1126JUMPWORLD_Daiki_09
1126JUMPWORLD_Daiki_10
1126JUMPWORLD_Daiki_11
1126JUMPWORLD_Daiki_12
1126JUMPWORLD_Daiki_13
1126JUMPWORLD_Daiki_14
1126JUMPWORLD_Daiki_15
1126JUMPWORLD_Daiki_16
1126JUMPWORLD_Daiki_17
1126JUMPWORLD_Daiki_18
1126JUMPWORLD_Daiki_19
1126JUMPWORLD_Daiki_20
1126JUMPWORLD_Inoo_01
1126JUMPWORLD_Inoo_02
1126JUMPWORLD_Inoo_03
1126JUMPWORLD_Inoo_04
1126JUMPWORLD_Inoo_05
1126JUMPWORLD_Inoo_06
1126JUMPWORLD_Inoo_07
1126JUMPWORLD_Inoo_08
1126JUMPWORLD_Inoo_09
1126JUMPWORLD_Inoo_10
1126JUMPWORLD_Inoo_11
1126JUMPWORLD_Inoo_12
1126JUMPWORLD_Inoo_13
1126JUMPWORLD_Inoo_14
1126JUMPWORLD_Inoo_15
1126JUMPWORLD_Inoo_16
1126JUMPWORLD_Inoo_17
1126JUMPWORLD_Inoo_18
1126JUMPWORLD_Inoo_19
1126JUMPWORLD_Inoo_20
1126JUMPWORLDmix01
1126JUMPWORLDmix02
1126JUMPWORLDmix03
1126JUMPWORLDmix04
Tags:

My Pirate Prince (Part 2)
Masaki
dainoo

Part II

 

*Sementara itu…..

“Hoaaam, kira-kira pulau yang mau kita tuju masih jauh ya?” tanya Iska

“Tanya aja tuh sama si duo navigator” jawab Ferial

“ Lagi bentar nyampe kok,, yaah seminggu lagi lah” jawab eka

“Yaelah, lama bener….bosen nih di laut terus” sambung Iin

Semuanya menghela nafas panjang “Hhhhhhhhhmmm”

Tiba-tiba mereka semua di kejutkan oleh  teriakan Gek Vira.

“Kyaaaaaaaaaaaaaa”

Semuanya berhamburan keluar menuju arah suara itu, termasuk Kapten Meri dan Askap Danink.

“Ada apa gek?” tanya Kapten Meri

“Kapten, liat deh di sana!” jawab gek vira sambil menunjuk ke sebuah sekoci

“Apaan sih” tanya memi sambil celingukan.

“ Itu sekoci ya? Ada orangnya tuh… jangan-jangan mereka tu musuh!” sahut askap Danink

Ternyata yang mereka lihat itu adalah sekoci yang sedang dinaiki oleh dua mahkluk tak berdaya tadi. “Kayaknya bukan deh, liat aja sendiri, tampang mereka keliatan sangat menderita sekali” kata kapten Meri sambil menyerahkan teropongnya pada askap Danink.

“Siapa tau itu cuma kamuflase aja, Kapten”

“Bukan ka, kayaknya mereka bukan orang jahat deh” balas askap Danink

Setelah selama sejam mengamati sekoci itu, akhirnya sekoci itu mendekat juga ke arah kapal Lintas Samudra. Dengan wajah sumringah dua orang tadi melambai-lambaikan tangannya.

“Mbak-mbak, tolongin kita dong!!” teriak Tsubaki

“Kita bukan orang jahat” sambung Yuli lagi.

Semua anggota awak kapal Lintas Samudra akhirnya memutuskan untuk menolong dua insan tiada berdosa itu.

 

“Makasih ya udah nolongin kita berdua” kata Tsubaki

“Iya, kita bener-bener terbantu sama kalian” tambah Yuli

“ Sama-sama! Tapi kalian kok bisa sampe ada di tengah laut gitu, pake sekoci lagi?”

 

“Sebenernya kita ini korban kapal tenggelam, tadinya kami mau ke pulau Jawa, eh malah kapalnya tenggelam, trus kita menyelamatkan diri pake sekoci tadi”

“Waah, hebat ya, trus gimana ceritanya kalian bisa sampe disini, ini kan jauh banget dari Laut Jawa?” tanya askap Danink.

“Kita berdua terhempas angin dan terbawa ombak. Udah 3 bulan lebih kami berdua terombang-ambing di lautan luas nan kejam”

“Kasiaaaaan” ujar gek vira dengan mata berkaca-kaca

“Tunggu ya kakak, gek buatin makanan yang enak buat kalian berdua, kalian pasti nggak pernah makan-makanan yang bergizi selama tiga bulan”

“Huhuhu, makasih banyak ya”

Kehadiran Tsubaki dan Yuli diterima dengan baik oleh semua awak kapal Lintas Samudra. Tapi mereka berdua berencana tidak akan berlama-lama berdiam diri di kapal itu.

“Bajak Lauuuuttttt????”

“Psssttt, kecilin suaranya dong! Nanti kedengeran sama Kapten!” ujar Memi sambil menutup mulut Yuli

“Iya, kita itu kan nggak boleh tidur diatas jam 11 malem!” ujar Ferial

“Kalian ini Bajak Laut? Bajak Laut yang seperti di tipi-tipi itu?”

“Iya kita semua ini Bajak Laut!”

“Aku masih nggak percaya, kalian itu ternyata Bajak Laut!”

Semua anggota awak kapal mengangguk.

“Gimana ceritanya sih kalian ini kok bisa jadi bajak laut?” tanya Tsubaki

“Kalau itu sih, ceritanya panjang dan berbeda-beda” jawab eka

“Padaha kalian ini kan cewek!” celetuk Yuli

“Biarpun kami ini cewek, tapi kami hebat lho, jangan salah! Kapal Bajak Laut kami sudah di akui kehebatannya di seluruh penjuru dunia” tambah iin.

“Kamu liat nggak cewek yang pake baju warna biru  tadi itu, dia itu Kapten kami, keahliannya di bidang bajak membajak itu udah tingkat dewa, terus yang pake kacamata itu asistennya, nggak kalah hebatnya. Pokoknya mereka berdua itu pasangan duet yang hebat” iin menjelaskan dengan panjang lebar.

“Trus kalian gimana ceritanya bisa ikut jadi bajak laut?” tanya Yuli lagi

Ke-6 cewek itu saling menoleh satu sama lain.

“Eh, eh, kita kan udah selama 3 tahun jadi tim bajak laut, tapi kayaknya kita semua nggak tau alasan masing-masing kenapa jadi bajak laut” sela gek vira

“Iya, yah…Mumpung kita lagi ngumpul, kita saling cerita aja yuk” ujar ferial

“Aku mau denger alasaan kalian semua!” kata Tsubaki dan Yuli serempak

Mereka semua duduk melingkar diatas tikar.

“Mulai dari siapa nih?” tanya iin

“Dari yang paling tua aja” sahut iskaa

“Aku dong kalo gitu” jawab eka sambil nunjuk diri sendiri.

“Silakan ceritakan kisah anda eka…” ujar memi

“Baiklah jika demikian, sebelumnya aku berterima kasih atas kesempatan yang telah diberikan sebagai orang pertama yang akan……..”

“Adoooh, kelamaan, to the point aja, ini tuh bukan pidato” protes ferial

“Iya iya maap! Oya gek, sediain cemilan dong,, biar jadi tambah seru”

“Ok kak, kayaknya gek masih punya simpenan makanan deh, gek ambil dulu ya keripik terumbu karangnya…”

“Sebenarnya aku tu nggak punya cita-cita untuk jadi bajak laut, dulunya aku tu cuma seorang gadis remaja biasa nan polos yang sangat mengagumi olahraga Badminton, aku bercita-cita jadi seorang pemain badminton handal seperti Susi Susanti, tiap hari aku latihan dan latiahan tanpa jemu-jemu. Aku yakin banget kalo aku pasti akan sukses, tapi kejadian buruk itu datang, waktu itu seleksi untuk beasiswa belajar di China… Aku yakin banget kalo aku bisa menang, tapi ternyata Tuhan berkata lain…..”

“Emangnya apa yang terjadi?” tanya iskaa

“Waktu mau bertanding, nggak tau kenapa perutku terasa aneh,, bunyi “kruuuk…kruuuuk” gitu, tapi aku tetep memutuskan untuk bertanding. Sebenernya lawanku itu nggak hebat-hebat banget, dengan pede aku men-serve bola, dan di tengah-tengah pertandingan tiba-tiba perutku bunyi lagi tapi kali ini disertai dengan rasa sakit yg amat sangat mandalam dan akhirnya aku roboh dan terpaksa dibawa keluar lapangan ”

“Trus kamu kena sakit apa?”

“Ternyata aku kena mencret akut”

“Mencret???? Kok nggak keren sih?”

“Hahahahahahahha,mencret? mencret? mencret? huahahahaa.. bener-bener nggak keren” memi menertawai eka sampai terguling-guling di lantai.

“Iiiih, biasa aja kenapa sih?” ujar eka kesal

Memi tetap tak bisa menahan ketawanya, dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya agar suaranya tidak keluar.

“Ya udah, sekarang lanjut ke kak ferial” kata gek vira

“Kalo aku sebenernya mau jadi Yakuza…”

“Yakuzaaaa?????”

“Ho’oh, aku tuh udah niat banget untuk jdi Yakuza sejati, dari segi tampang udah dapet banget, dan aku lulus ujian masuk Perkumpulan Yakuza Sejagad”

“Trus apa yang terjadi?”

“Waktu itu aku ada tes ketangkasan, tesnya itu kita disuruh menculik anak dari perkumpulan yakuza saingan kami, dan aku malah salah culik”

“Salah culik???”

“Iya, yang aku culik itu ternyata anak bosku sendiri, jadinya aku di pecat”

“Hmm,, emang udah takdir untuk jadi bajak laut”

“Sekarang giliranku” sela memi

“Kalo aku itu dulu sebenarnya pemain basket yang sangat handal. Bahkan udah di promosiin untuk sekolah ke amerika. Tapi semuanya itu batal”

“Karena??”

“Aku punya penyakit asthma”

“hahahahahahahaha, asthma ya? Aku nggak nyangka kamu punya penyakit itu?” eka balas menertawai memi. Memi tidak berkata apapun, di begitu kesal dengan sikap eka yang menertawainya dengan begitu bahagianya.

“Kalo gek, sih simple aja, kakak-kakak… gek nggak punya pengalaman sperti kakak-kakak tadi, gek memang sangat tertarik dengan dunia bajak laut, iya kan kaki iskaa?”

“Iya, aku sma dengan gek vira…..”

“Yaaah, kalian nggak seruuuuuuuw” sahut eka

“Kalo iin gimana?”

“Kalo aku juga simpel aja, kan kalian tau kalo aku ini berkecimpung di bidang kesehatan, berhubung di daratan itu udah banyak banget dokter, jdi aku cari suasana baru dengan menjadi tenaga medis bajak laut”

“Denger semua cerita kalian, aku bener-bener terharu” jawab Yuli

“Terharu apanya? Kisah yang aneh…..” sahut Tsubaki

“Ehh, eehh, kalian tau nggk kenapa kapten meri memutuskan untuk jadi bajak laut?” tanya memi

“Sssst, jangan tanya yang itu, itu merupakan rahasia Tuhan” sahut iin

“Kenapa gitu, kan kita perlu tau, in?” sambung ferial

“Pokoknya jangan! Nanti biar kapten sendiri yang cerita!” jawab iin

“Trus kalo askap danink?” tanya eka

“Itu juga nggk boleh! Rahasia ilahi!”

 

 

*Keesokkan harinya………….

 

 

            Setelah 3 hari menginap di kapal bajak laut Lintas Samudra, Tsubaki dan Yuli memutuskan untuk kembali ke daratan. Dengan perasaan penuh haru biru mereka semua saling berpamitan.

“ Tsubaki, Yuli, kenapa kalian nggak ikut gabung aja sama kita?” kata eka

“Aku jg pengen gabung, tapi aku harus balik, soalnya aku kan kuliah, trus Yuli masih sekolah”

“Iya nih, coba aja aku udh lulus aku bakalan ikut gabung”

“Sedih banget deh” ujar iskaa mewek

“Kalian berdua hati-hati ya,  kalian bisa pake kapal mabua express punya kami!” kata kapten meri.

“Makasih ya kapten!”

Tsubaki dan Yuli segera naik ke Kapal Mabua Express dan mereka pun melambaikan tangan pada semua anggota bajak laut. Dan sekejap saja Mabua Express hilang dari pandangan mata.

“Semoga aja mereka selamat ya”

“Iya mudahan nggak tenggelam”

“Semuanya, sebentar lagi kita akan segera sampai di Jumpers Island, bersiap-siaplah untuk harta karun yang jumlahnya banyak itu!!!” sabda sang kapten.

“Yaayyyy, kita bakalan kaya nih” sorak iskaa

“Nggak sabar nih, pengen beli hardisk” tambah iin

“Aku juga, pengen beli hp, soalnya BBku rusak” imbuh eka

“Kalo aku mau beli rumah di Jepang” kata ferial

“Kak fe, iskaa jugaaa, ntar belinya samaan ya kak”

“Kalo aku sih mau beli Kozui slimming suit, hehehe” ujar memi

“Kalo aku mau apa yaaa? Aku mau pergi kencan sama cowok idamanku” kata askap danink dengan wajah bersemu merah.

“Kalo gek mau beli laptop baru sama sutil baru pake masak”

“Kalian bisa beli semuanya yang kalian mau” sahut kapten meri.

Saat sedang istirahat siang di kabin. Terjadi lagi sebuah percakapan diatara awak kapal bajak laut.

“Kapten, pernah denger bajak laut The Magic Power nggak?” tanya gek vira

Kapten Meri yang sedang melahap santap siangnya tiba-tiba tersedak mendengar pertanyaan gek vira “Uhuk, uhuk, gek kenapa tanya itu?

“Nggak sih, gek cuma liat di fb aja nih, mereka lagi banyak di omongin, kapten tau nggak?”

“Mereka itu saingan kita gek” jawab askap danink.

“Benar, mereka itu saingan kita. Sekarang ini mereka menempati posisi ke 3 di jajaran bajak laut terhebat di dunia” sambung kapten meri

“Mereka semua kayak apa, kapten?” tanya iskaa

“ Aku sih nggak tau gimana wujud mereka, tapi desas desusnya mereka itu beranggotakan 10 orang awak kapal, kalo rupanya belum terekspos”

“Cowok atau cewek” tanya memi

“Cowok dong” jawab askap danink

“Pasti orang-orangnya jelek-jelek, sekumpulan om-om botak, gondrong, dan brewokan” ujar eka

“Iiiiiih, jangan sampe kita berurusan sama mereka!” komentar iin smbil beridik ngeri

Semuanya berpikir kalau bajak laut The Magic Power itu adalah sekumpulan orang-orang jelek dan tua, padahal di balik khayalan mereka itu sebenarnya semuanya merupakan cowok-cowok tampan nan ganteng.

 

            Setelah selama 6 bulan penuh berlayar di samudra yang luas. Akhirnya mereka mencapai tempat tujuan, Jumpers island kini sudah di depan mata. Semua anggota bajak laut Lintas Samudra bersorak gembira dengan berbagai ekspresi untuk mewakili perasaan bahagia mereka karena berhasil memecahkan kode rahasia untuk menuju pulau ini. Mereka merapatkaan kapal  dengan memasang sebuah jangkar. Lalu dengan sebuah sekoci mereka menuju pulau itu.

“Uwaaaaaa, bagus banget pulau ini?” gek vira berdecak kagum saat menginjakkan kaki di pasir putih yang lembut.

“Kereeen, mirip surga, lihat, lihat! Pemandangannya juga bagus” seru ferial.

“Ayo kita cari harta karunnya” ujar kapten meri

“Kapten, anggota kita kurang dua” sela askap danink

“Eeee?? Siapa, kan tadi udah lengkap?”

“Tuh, lihat” kata iin menunjuk dua orang anak manusia yang sedang berlari-lari bagaikan pasangan kekasih di pinggir pantai.

“Oiiiii, oiiii kalian berdua!!!! Jangan bertingkah bodoh seperti itu, cepat kemari!” kapten meri memanggil dua orang itu dengan menggunakan megafon.

Sedangkan anggota yang lainnya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah aneh kedua navigator mereka.

“Maap kapten, tadi kita kebawa suasana” kata eka

“Nink, buka petanya, kita harus segera cari dimana letak harta karun itu”

Dengan sigap sang askap membuka peta Jumpers island, tak usah di tanyakan lagi akan kehebatannya dalam membaca peta buta. Mereka semua kini telah masuk ke pedalaman pulau, seperti yang telah dikatakan tadi pulau ini sepi tak berpenghuni dan semuanya adalah hutan belantara. Ke 7 bajak laut itu terus menyusuri jalan setapak yang di apit oleh pohon-pohon besar yang rimbun.

“Kalian harus tetap waspada ya, jangan sampai lengah. Perhatikan langkah kalian”

ujar kapten meri.

“Iiiih, kok ngeri sekali sih, kakak” kata anggota termuda

“Jangan takut gek, nggak akan ada-ada apa kok?” sahut iin

Sementara itu di lain pihak

“Cupid (panggilan sayang eka utk memi) kok aku takut ya?” ujar eka sambil memegang tangan memi.

“Sama ekat (panggilan sayang memi untuk eka), aku juga takyuuuut”

“Kita gandengan tangan aja yuk, biar nggak takut”

“Iyaaaa,”

“Duh, kalian berdua ini penakut amat sih” ujar ferial.

“Kapten setelah ini, kita akan ketemu sama gua dan menurut peta ini 1 kilometer dari gua itu ada sebuah bangunan kuno dimana tempat harta karun itu berada”

“Berarti, kita nggak bisa sampai di tempat itu sekarang. Kita semua butuh istirahat apalagi sebentar lagi hari udah mau gelap nih” ujar sang kapten.

“Kita mau istirahat dimana nih, askap?” tanya iin

“Terpaksa kita istirahat di gua itu aja nanti, takutnya kita bakal diserang sama binatang buas”

“Yaaahh,, gua.. nggak ada penginapan ya disini?” celetuk iskaa

“Iskaa, mana ada penginapan di pulau tak berpenghuni seperti ini” sahut ferial

“Nah itu dia guanya” tunjuk askap danink. Mereka pun memutuskan untuk beristirahat di gua tersebut sambil menunggu hari esok untuk melanjutkan perjalanan menuju harta karun itu.

“Sebelum kita semua tidur, kita makan dulu ya” kata kapten meri

“Iya, udah laper banget nih” sahut yang lainnya

“Gek, keluarin makanan kita”

“Ok,, nih semuanya, gek bagiin piringnya dulu ya… hari ini gek masak special sebagai bekal kita, ada gulai ikan pari, perkedel kuda laut, sama sup ikan nemo. Dan tidak lupa kerupuk terumbu karang”

Makanan yang benar-benar eksotis nan ajaib. Setelah semuanya selesai makan mereka semua memutuskan utuk istirahat. “Yaaaah, banyak nyamuk nih…” keluh memi

“Tenang, kan ada AUTAN, nggak usah kawatir” sahut eka.

 

 

            Kini mereka semua telah tertidur lelap. Sementara itu di lain pihak kapal bajak Laut The Magic Power telah sampai juga di Jumper island. Kesepuluh awak kapal itu telah menginjakkan kaki mereka di pulau tersebut.

“Kapten, sepertinya kita sudah keduluan sama kapal bajak laut lain” kata Yuto

Yabu tersenyum penuh licik mendengar kata-kata Yuto “Sayang sekali, kita tidak menjadi orang pertama yang sampai di pulau ini. Mereka semua akan menyesal bertemu dengan kita”

“Kita tunjukan pada mereka, kalo kita itu bajak laut terhebat!” sambung Yamada.

“Inoo, tunjukan aku dimana letak harta karun itu” kata Yabu

Inoo langsung menghampiri Yabu dengan membawa sebuah peta.

“Kita harus menyusuri hutan terlebih dahulu, kemudian kita akan menemukan sebuah gua. 1 KM dari gua tersebut ada sebuah bangunan kuno, disanalah tempat harta karun itu bersemayam”

“Kapten! Setelah kuperiksa jejak kaki mereka, sepertinya mereka itu belum lama sampai di pulau ini, kira-kira 6 jam lalu” lapor chinen.

Yabu kembali tersenyum licik “Kita serang mereka!! Ayo”

bajak laut yang lainnya kemudian mengikuti langkah sang kapten. Namun tiba-tiba Yabu menghentikan langkahnya. “Kenapa berhenti, kapten?” tanya Yuto. Dengan sorot mata datar dia menoleh ke arah bajak laut lainnya.

“Sebelum itu, ayo kita beri mereka pelajaran” kata Yabu

“Apa?” tanya Inoo

“Kita hancurkan kapal mereka!”jawab Yabu

“Aku setuju kapten!” sambung keito

“Aduuuuh, kejam sekali sih, nanti kalo di hancurkan, mereka pulang naik apa?” celetuk Yuya

“Bukan urusan kita, mereka itu musuh Yuya!” jawab Hikaru

“Oii, Daiki, Yamada,Ryutaro, bakar kapal itu!”

“Baik, kapten!!!!!”

Kapal milik Meri dkk kini tinggal puing-puing saja. The Magic Power telah membakar kapal Lintas Samudra sampai hangus sampai hanya tersisa puing-puing.

“Ekat, temenin cupid pipis yuk”

“Hoooammm, ayo cepetan cup, ekat ngantuk nih”

Saat keluar goa…

“Kat, kat, itu api dari mana ya?” tanya memi menujuk api nun jauh disana

“Mana, mana?”

“Ituuu lho, liat dong asapnya sampai ngepul kayak gitu”

“Aaah, itu palingan ada pesawat jatuh trus meledak cup. Ayok dah cepet masuk, dingin!”

“Iya mungkin ya…” mereka berdua kembali masuk kedalam gua dan melanjutakan tidurnya.

 

*The Magic Power*

“Kapten, apa tindakan kita selanjutnya?” tanya Yuto

“Kita serang bajak laut itu, jangan sampai mereka keduluan sampai di bangunan kuno itu”

“Kapten, aku mau lapor sesuatu” tiba-tiba Yamada menyela

“Apa?”

“Tadi sewaktu kami bertiga membakar kapal tersebut, kami menemukan suatu kejanggalan” ujar Yamada.

“Kejanggalan? Maksudmu apa?”tanya Hikaru

“Sebelum kami membakar kapal itu, kami bertiga masuk ke dalamnya, dan kami menemukan sesuatu yang seharusnya bukan dimiliki oleh seorang bajak laut”

“Maksudmu apa?” tanya Keito.

“Kau tidak akan percaya dengan apa ang kami temukan” sahut Daiki

“Ryuu, ayo jelaskan!” tunjuk Daiki pad Ryuu

“Tidak!! Tidak!! Aku tidak mau menceritakannya, aku tidak sanggup!”

“Jangan berbeli-belit, cepat ceritakan apa yang kalian temukan!” ujar Yabu

“Asal kalian tahu saja, kami menemukan pakaian cewek di kapal itu, setelah kami telusuri semua kabin-kabinnya, yang kami temukan adalah pakaian cewek semua, dan di setiap tempat tidur ada bonekanya. Memangnya sejak kapan bajak laut itu tidur bawa boneka” ujar yamada

“Terus kami juga, melihat peralatan kecantikan juga disana. Bukankah itu aneh?” tambah Daiki

“Jangan-jangan mereka itu cewek-cewek” kata Yuto

Yabu hanya terdiam mendengar setiap perkataan anak-anak buahnya.

“Mana mungkin ah,, masa’ bajak laut saingan kita itu cewek” kata Inoo

“Nih, aku punya buktinya” yamada memperlihatkan sebuah foto pada rekan-rekannya yang lain

“Haah??? Jadi mereka itu beneran cewek”

“Ckckck, mereka ini pasti amatiran”

“Tapi, mereka semua lumayan imut juga ya,” kata Yuya tertawa nakal.

Kemudian Yabu merebut foto itu dari tangan Yamada, dia memperhatikan setiap wajah yang terpampang di foto itu dan berkata “Kita habisi mereka!”

 

Sementara itu Lintas Samudra……

“Ayo, ayo bangun semuanya, ini udah pagi!” kata askap danink

“Hoaaamm, masih ngantuk nih” kata gek vira sambil menguap

Sementara yang lainnya sedang duduk termangu mengumpulkan tenaga.

“Nggak usah malas-malasan, ayo cepat! Hari ini kita punya misi besar kan?”

“Loh,askap! Kapten mana?” tanya ferial

“Tuh, ada di luar…..”

Kemudian tiba-tiba……….

“Oiiiiiii, kalian semuanya banguuuun!!!!!!!! Cepat kumpul disini!” panggil kapten meri menggunakan megafon.

“Aaaahh, pasti senam lagi nih sekarang” ujar eka dengan wajah kusut

“Senam itu bagus untuk kesehatan tubuh, dan tentunya dapat membentuk tubuh seksi nan bohay” sahut memi.

“Mau senam kayak gimanapun, bentuk tubuhku nggak akan berubah”

“Udah deh, nggak usah banyak komentar, ayo kita keluar”

Seperti biasa setiap pagi kapten meri ingin semua anggota bajak lautnya melakukan senam untuk mengawali aktivitas.

“Yoo, semangat!! Tu, wa, ga, pat. Tu wa, ga, pat. Tu, wa, ga, pat”

Mereka semua tidak sadar, dibalik semak belukar ada beberapa orang yang sedang mengintai.

“Hoohoo, itu mereka!”

“Pssstt, jangan ribut Yuya, nanti mereka tahu!” kata hikaru sambil menjitak kepala Yuya

“Aduh, sakit!”

“Lihat, itu mereka semua! Ada 7 orang, sedang apa sih mereka itu?” ujar daiki

“Ayo kita serang mereka!” kata keito “Eiteiteit, Keito, jangan langsung serang gitu dong!” chinen menahan keito yang hampir saja mau keluar dari rerimbunan semak belukar itu.

“Aduuh, jangan ribut dong! Kita harus bikin strategi, jangan asal serang gitu!” kata hikaru kesal.

“Terus kita harus apa?” tanya Yuya polos

“Sini, aku kasi tahu kalian semua…#peeeeeeeeeeep#”

“Wah, ide bagus tuh! Aku setuju sama kamu Hikaru!” kata daiki

 

 

#Lintas Samudra#

“Siapa yang mau pergi cari bahan makanan nih?” tanya gek vira

Semuanya tidak ada yang menyahut. “Kalo nggak ada yang mau, hari ini kita puasa aja”

“Suruh memi sama eka aja yang pergi!” kata Iin

“Iya, suruh mereka aja!” kata ferial menimpali iin.

“Kok, kita berdua sih yang disuruh” protes memi

“Udah, nggak usah protes, cepetan cari makanan, kalian nggak mau mati kelaparan kan?”

“Iya, iya deh, kami yang cari! Ayo cupid, kita pergi mancing!” kata eka sambil menggandeng tangan memi.

“Jangan kelamaan yaaaa…..”

“Iyaaaaaaa!!!!!!”  “Aduh, mereka berdua itu sebenernya lebih cocok jadi tukang ngelawak aja” kata iskaa. “Hahaha, bener tuh, mereka berdua itu konyol banget!” sahut iin.

 

Hikaru, Daiki, Yuya, Chinen, dan Keito membuntuti Eka dan Memi dari belakang. Mereka berencana untuk menculik dua cewek manis itu untuk dijadikan sandera.

“Ekat bisa mancing??” “Bisa, cup. Ekat kan bisa dalam segala hal”

“Tapi cupid ragu akan perkataan ekat.”

“Ekat, kok cupid merasa ada yang mengintai kita sih”

“Nggak ada siapa-siapa selain kita disini cup, udahlah ayo bantuin ekat!” Di belakang sebuah pohon yang besar kelima orang tadi itu mengatur rencana bagaimana cara menculik kedua cewek itu.

“Lihat, dua orang itu akan kita culik dan kita jadikan sandera” kata Hikaru

“Tapi gimana caranya kita culik mereka?” tanya chinen

“Kita bius mereka sampai pingsan trus masukin ke dalam karung!” jawab hikaru

“Wah, tapi karungnya muat nggak ya? Liat aja tuh body mereka berdua, yang satu buntet dan yang satunya lagi panjang” sela Daiki

“Tenang aja, aku sudah sediakan karung besar kok” ujar keito.

“Okelah, kalo gitu ayo kita serang!!”

Mereka berlima berjalan mengendap-endap dari belakang agar tidak ketahuan setelah hampir mendekati target, daiki dan keito mengambil ancang-ancang. Mereka berdua medekap dua cewek itu dengan kedua tangannya. “Huaaaa, apa-apaan nih!!” teriak eka “Kyaaaa, ekat tolongin cupid, lepasin dong!” kata memi sambil meronta-ronta. Tapi usaha mereka untuk lepas dari dekapan bajak laut The Magic Power sia-sia. “Yuya, Hikaru! Cepat bius mereka!” ujar keito sambil tetap tak melepaskan dekapannya dari Memi. Hikaru dan Yuya pun segera membungkam mulut Eka dan Memi dengan sebuah sapu tangan yang sudah terisi obat bius. Dalam hitungan detik kedua cewek itu sudah pingsan. “Ayo cepat masukin ke karung” kata hikaru

“Ok, udah beres!” kata daiki dan chinen

“Sekarang gimana cara bawanya nih? Kayaknya mereka berat, apalagi yang ini nih” ujar daiki sambil menunjuk karung yang isinya adalah eka.

“Keito, kamu bawa yang ini, trus Yuya kamu bawa karung yang isinya cewek buntet ini” jawab hikaru. “Kok aku sih??” kata yuya protes. “Karena badanmu kan lumayan besar, jadi nggak akan sulit untuk membawanya!” sahut chinen. Akhirnya Eka dan Memi di bawa oleh anak buah bajak laut The Magic Power untuk dijadikan sandera. Sementara itu anggota bajak laut Lintas Samudra merasa kawatir karena dua orang anggotanya tak kunjung kembali.

“Anak dua itu, pergi kemana sih? Kok belum balik juga” ujar kapten meri sambil mondar-mandir.

“Udah 4 jam lebih mereka pergi, tadi mereka bilang mau pergi mancing kan?” askap danink ikut mondar-mandir. “Iya, tadi si eka bilang mau mancing, tapi apa mancing itu butuh waktu selama ini”. “Kak iin, jangan-jangan terjadi sesuatu sama mereka berdua”  

“Jangan berpikiran buruk dulu gek, siapa tau mereka lagi pergi main-main, kan tau sendiri dua orang itu kayak gimana” “Ferial bener, pasti mereka lagi main-main trus lupa waktu” kata kapten meri. “Semoga mereka cepet balik ya, aku juga jadi kawatir nih” imbuh iskaa.

 

****To Be Continued*****

Author: Putu Bulbul

My Pirate Prince (Part 1)
Masaki
dainoo

THE PIRATE PRINCE (Part 1)

Title : The Pirate Prince

Genre : Comedy

Tokoh : All of Hey Say Jump Member, Aryani Meri, Indah Windaningtyas, Putu BulBul, Memi Hingmadi, Erie Fherial, Putu Indah, Gek Vira Nakajima, Iskaa BabyshawolElf Drew, Tsubaki Regayo YuriChii Kazuya, Yuli Anggraeni.

            Di sebuah samudra yang sangat luas sebuah kapal bajak laut terlihat sedang berlayar memecah gelombang lautan malam. Kapal itu terlihat terombang-ambing namun tetap kokoh mengarungi samudra. Tampak seorang cewek tengah berdiri tegak di depan kemudi kapal. Dengan suara lantang dia berkata kepada awak kapalnya.

“Semuanya!! Sekarang kita sedang melintasi samudra Hindia, aku harap kalian tetap waspada, jangan sampai lengah!”

“Siap kapten!!” jawab semua awak kapal dengan kompak. Tampaknya dia adalah kapten dari kapal tersebut.

             Jika biasanya bajak laut itu identik dengan cowok-cowok, namun itu tidak berlaku bagi semua awak kapal bajak laut yang di beri nama Lintas Samudra itu, semua anggotanya terdiri dari cewek-cewek yang memiliki tekad bulat untuk menjadi bajak laut terhebat di dunia. Mereka semua memang pendatang baru dalam dunia perbajaklautan tapi mereka mempunyai kemampuan yang sangat hebat yang hampir menyaingi bajak laut “The Flying Dutch Man”. Kemampuan mereka dalam hal bajak membajak tidak diragukan lagi. Di tahun 2012 kapal bajak laut Lintas Samudra menduduki peringkat ke-5 besar.
           Kali ini mereka akan berlayar menuju sebuah pulau misterius yang memiliki banyak harta karun. Karena mereka juga bosan hanya mondar mandir berlayar di dalam negeri saja dalam 6 bulan terakhir ini. Lintas Samudra dipimpin oleh seorang kapten yang bernama Meri, dia  didampingi oleh seorang askap (asisten kapten) bernama Danink. Mereka berdua merupakan pasangan duet yang hebat dalam dunia kepemimpinan bajak laut.

“Semuanya udah ok, kan?” tanya kapten Meri

“Udah, kapten!” jawab seorang cewek berkacamata yang tidak lain dan tidak bukan adalah askap Danink.

“Bagus!!” jawab kapten meri dengan mata berapi-api.

 

            Selain kapten Meri dan askap Danink, Lintas Samudra memiliki 6 awak kapal yang sangat hebat. Semuanya memiliki keahlian masing-masing. Eka dan Memi bertugas sebagai tim navigasi, Ferial bertugas sebagai tekhnisi, dia merupakan awak kapal yang sangat pemberani. Iin bertugas sebagai tenaga medis, dia memiliki tanggung jawab dalam menjaga kesehatan awak kapal lainnya. Dua anggota terakhir adalah Iska dan Gek Vira, mereka berdua bertugas sebagai seksi konsumsi, tanpa mereka semua awak kapal Lintas Samudra mungkin akan mati kelaparan. Perlu diketahui mereka berdua adalah anggota termuda dari kapal bajak laut ini.

            Pada suatu malam di tengah lautan lepas, terjadilah suatu percakapan antara awak kapal di dalam kabin.

“Temen-temen nggak kerasa ya kita udah 2 tahunan berlayar” kata iin membuka percakapan itu.

“Iya nih, tau nggak, aku sampe lupa lho daratan itu kayak gimana?” jawab memi.

“Yaah, mau gimana lagi, kita ini kan bajak laut, otomatis kita kerjaannya ya di laut aja, kalo di darat mah bukan bajak laut namanya!” sambung eka.

“Oh ya, denger-denger dari askap danink, katanya kapten meri bakalan bawa kapal ini ke sebuah pulau misterius” ferial tiba-tiba menyela pembicaran awak lainnya.

“ Pulau misterius???” semuanya pada melongo mendengar kata pulau misterius itu.

“Iya, nama pulau itu adalah Jumpers island! Kalian pernah denger nggak?”

Semuanya mengeleng tanda tidak tahu.

“Kayaknya gek pernah denger deh nama itu, Kak?” sela gek vira. Semua menoleh ke arah gek vira.

“Gek tau darimana?” tanya eka.

“Gek tau dari fb kak” jawab gek vira dengan polos.

“Fb ya.. temen-temen kayaknya kita juga perlu punya fb deh” saran memi.

“Bener tu kak memi, sebagai seorang bajak laut kita tu perlu punya fb, karena disana kita bisa dapet info-info terbaru seputar dunia perbajaklautan, selain itu kita juga bisa dapet temen sesama bajak laut dari berbagai belahan dunia”

“Ide bagus tuh! Kita buat rame-rame yuk temen-temen, sekalian kita buat grup juga” kata iin

“setuju!!!!” jawab semuanya kompak.

“Fer, lanjut lagi dong soal Pulau misterius itu!”

“Ok ok, aku certain ya, menurut askap kita, katanya di pulau itu ada banyak harta karun” ferial berbicara dengan begitu antusias sehingga membuat yang lainnya semakin penasaran.

“Dan yang perlu kalian ketahui, pulau itu belum pernah terjamah sama bajak laut lainnya, jadi harta karunnya itu belum ada ngambil” sambungnya lagi

“Kenapa bisa gitu, kak?” tanya iska penasaran. Karena yang lainnya juga merasa penasaran,mereka pun membenarkan posisi mereka masing-masing.

“ Itu karena pulaunya misterius” jawab ferial

“Iya tahu!! Trus misteriusnya itu kayak gimana?” eka merasa tidak puas dengan jawaban ferial.

“Karena untuk menuju pulau itu sangat susah sekali, seolah-olah ada pintu rahasia gitu untuk menuju kesana, sampe sekarang pun nggak ada yang tahu gimana caranya nutuk nyampe pulau itu.”

“Misterius banget ya!” ujar iin dengan wajah serius.

“Kemarin gek juga sempet baca status temen bajak laut gek yang dari Singapur kak, dia tulis gini di timelinenya ‘Ya ampun susah bener dah mau ke pulau itu, jalannya nggak ketemu-ketemu euy’ trus gek komen statusnya itu, gek tanya pulau apa, dia bilang Jumpers island itu kak, katanya sih dia sampe kesasar trus malah tembus di Afrika gitu”

“Parah banget ya, sampe bikin kesasar, kesasarnya nggak main-main langsung tembus di afrika, keren” iska geleng-geleng kepala karena merasa heran.

“Maka dari itu, kapten kita pengen supaya team bajak laut Lintas Samudra jadi yang pertama menginjakkan kaki disana” ujar ferial

“Tanpa kesasar” tambah eka

 

 

            Sedang asik-asiknya ngobrol soal pulau Jepang yang misterius, tiba-tiba kapten Meri masuk ke kabin diikuti oleh askap Danink.

“Oi, oi,oi, ini tuh udah malem, jangan bergosip terus! Tunjukan kalo kalian itu memang bajak laut yang disiplin” kata kapten Meri kepada semua anak buahnya.

“Iya kapten” jawab semuanya.

“Ya udah sekarang kalian istirahat dulu, besok kita akan rapat pagi-pagi! Yang piket malem hari ini, tetep jaga di posko ya, kalo ada apa-apa cari aku atau askap danink di atas!”

Semua awak kapal mematuhi perintah sang kapten. Kali ini yang bertugas piket malam adalah Eka dan Memi, yang tidak lain adalah navigator handal Lintas Samudra.

“Gek, ayo cepetan tidur!”  iin menegur gek vira yg sedang asik mengutak-atik hpnya.

“Iya kak, gek mau update status dulu”

 

 

            Sementara itu di ruang kemudi, kapten meri dan askap danink sedang membicarakan sesuatu yang sangat serius mengenai misi mereka selanjutnya.

“Nink, besok kita musti rapat sama anak-anak, kita bicarain soal misi kita ke pulau misterius itu” kata kapten meri tanpa melepaskan pandangannya dari peta yang dia pegang.

“Iya kapten, gimanapun juga misi ini sangat penting buat kita. Jika misi ini berhasil, maka  popularitas kita dalam dunia perbajaklautan akan meningkat dan kita akan diakui sebagai bajak laut yang hebat oleh dunia” sahut askap danink sambil membenarkan posisi kacamatanya.

 

 

            Keesokan harinya, semua awak kapal Lintas Samudra siap dengan aktivitas yang telah menanti mereka, seperti kata sang kapten pada pagi hari ini akan diadakan rapat mengenai hal yang sangat serius dimana hal itu menyangkut keeksistensian mereka di dunia bajak laut. Namun sebelum itu, mereka semua melakukan senam pagi bersama sang kapten.

“Hhhhhhsss” iin menghela nafas panjang.

“ Kamu kenapa, in?” tanya ferial

“ Setiap hari pemandangan yang kita liat tuh selalu sama, Laut” jawab iin

“ Iya juga sih, yang kita liat selama bertahun-tahun cuma hamparan air yang jumlahnya bermeter-meter kubik” balas ferial.

“tenang aja in, bentar lagi kita pasti bakalan ketemu sama pemandangan yang bagus, namanya juga bajak laut, udah resiko ngeliat air laut terus” sambung memi.

“Ok semuanya,, mari kita awali pagi yang cerah ini dengan senam SKJ, jadilah bajak laut yang sehat jasmani dan rohani,, mulaiii!!!!” askap danink mengkomando senam pagi kali ini. Musik senam SKJ mengalun keras mengiringi gerakan-gerakan para awak kapal. Ini bukan pemandangan yang aneh lagi, kapten meri lah yang mengusulkan senam pagi ini dengan alasan agar semua awak kapal jadi lebih bersemangat dalam beraktivitas dan tentu saja untuk kesehatan juga.

“Semuanya,, sarapan udah siap nih!” panggil gek vira.

“Wah, menunya hari ini apa gek?” tanya kapten meri.

“Hari ini menunya tu roti bakar isi teripang parut” jawab gek vira dengan santai.

“yaaaah, kok menunya hasil laut terus sih gek? Kan bosen” keluh askap danink

“iya nih kemarin menunya soto ikan barracuda, trus dua hari yang lalu pelecing rumput laut, tiga hari yang lalu tumis sirip ikan hiu sama sambal teripang” protes eka

“Habis gimana dong kakak, kita kan nggak punya bahan-bahan lain, jdinya gek manfaatin aja apa yang ada disekitar kita” jawab gek vira membela diri.

“lagian menu-menu yang kita buat itu emang rekomendasi untuk para bajak laut lho kak” tambah iska.

“Sebagai tambahan lagi, ikan barracuda itu bagus untuk otak dan sirip ikan hiu itu juga bisa menambah stamina lho, jadinya baguslah untuk kesehatan” iin menjelaskannya dari nilai gizi yang terkandung pada makana-makanan tadi.

“Kalian semua nggak usah protes, makan aja apa yang ada di depan kalian!”  kapten meri masuk sebagai penengah.

 

 

            Setelah selesai sarapan semua awak kapal masuk ke dalam ruang rapat yang letaknya ada di atap kapal. Karena cuaca hari ini sangat cerah dan ombak begitu tenang, Kapal dibiarkan berlayar tanpa pengawasan dari kapten dan navigator. Semuanya sudah duduk rapi dan tertib di kursi masing-masing. Sang kapten pun membuka rapat tersebut.

“Pagi ini, aku sengaja ingin mengadakan rapat karena ada yang ingin kusamapikan pada kalian semua tentang misi kita selanjutnya”

Awak kapal lainnya memperhatikan dengan serius setiap ucapan-ucapan yang keluar dari mulut dari sang kapten.

“Kali ini tujuan dari misi kita adalah sebuah pulau misterius yang menyimpan banyak harta karun, pulau itu belum terjamah oleh siapapun, karena untuk menuju kesana itu nggak gampang, makanya aku ingin menjadikan kapal ini sebagai kapal yang pertama kali mendarat disana, nama pulau itu adalah Jumpers island, pulau itu banyak dibicarakan di situs jejaring sosial dan menjadi perbincangan hangat di kalangan para bajak laut, sampe detik ini pun belum ada satupun bajak laut yang berhasil mendaratkan kapalnya disana!”

“Kapten, maap mau tanya nih, kapten punya facebook ya?” tanya eka

“Punya dong! Aku sama askap danink udah buat sebulan yang lalu” jawabnya

Kemudian askap danink angkat bicara dalam rapat itu.

“Maka dari itu kita harus segera menyusun strategi untuk bisa sampe disana, mulai besok kita akan sibuk menyusun strategi, dan untuk tim navigasi dan tekhnisi Lintas Samudra harap bekerja sama dalam misi ini!”

“Siappp!!!”

“Baik, rapat hari ini cukup sekian, oh ya tambahan lagi, untuk para awak kapal yang belum punya akun facebook, segera buat!! Aku nggak mau kalian ketinggalan informasi tentang dunia bajak laut. Jangan lupa add fbku dan askap ya!”

“Siap kapten!!”

 

 

            Rapat yang hanya memakan waktu selama 15 menit itu akhirnya berakhir, semua kembali pada tugasnya masing-masing. Kapal tersebut melaju dengan kencang menerobos setiap deburan-deburan ombak dan arus lautan. Sementara itu, mereka tidak menyadari kalau ada kapal bajak laut lain yang juga mengincar pulau misterius itu. Ini akan menjadi persaingan yang sangat sengit antara dua belah pihak yang sama-sama ingin memiliki harta karun pulau tersebut. Kapal bajak laut itu bernama “The Magic Power” sebuah nama yang unik namun memiliki makna yang sangat berarti. Terdiri dari 10 awak kapal yang dipimpin oleh seorang kapten bernama Yabu Kota dan masing-masing awak kapalnya bernama Yamada Ryosuke, Hikaru Yaotome, Chinen Yuri, Daiki Arioka, Nakajima Yuto, Yuya Takaki, Morimoto Ryutaro dan Okamoto Keito. Kapal bajak laut ini akan menjadi ancaman besar bagi Lintas Samudra.

“Kapten, pulau misterius itu sudah dekat dengan jarak kita, jika cuacanya tetap bagus seperti ini kemungkinan dalam kurun waktu seminggu kita bisa sampai disana” kata seorang awak kapal bernama Nakajima Yuto kepada seorang cowok yang sedang meneropong ke arah laut lepas. Cowok bertubuh tinggi itu menurunkan teropongnya dan sambil mengepalkan tangannya dia menjawab.

“Bagus!! Jangan sampai kita gagal! Kita harus mendapatkan harta karun itu” jawab kapten Yabu dengan ekspresi wajah yang dingin. Kemudian Yuto keluar dari dek kemudi.

“Daiki, bentangkan layarnya! Anginnya sedang tidak kencang ” perintah Yuto

“OK” dengan sigap daiki menaiki tiang penyangga layar itu dan dengan bantuan Ryutaro dan Chinnen layar itu berhasil dibentangkan.

“Yamada, arahkan kapal ke kiri, jangan sampai kita melawan arus!” kata yuto lagi

“Roger!!” jawab yamada.

 

            Sementara itu di dalam sebuah kabin, empat awak kapal yang lainnya sedang mengerjakan sesuatu. Seseorang terlihat sibuk membaca peta, seorang lagi terlihat sedang memainkan pisau belati dan dua orang lainnya sedang asik main catur.

“Skak mat!” kata seorang awak kapal yang mengenakan pakaian bajak laut berwarna putih dengan rompi berwarna kuning keemasan. Dia tersenyum bangga dengan kemenangan yang dia peroleh dan namanya adalah Inoo Kei, si jenius yang ahli dalam system navigasi kapal laut.

“Arrrgghh, kenapa sih aku selalu aja kalah kalo main catur dengan kamu?” awak kapal yang duduk di hadapan Inoo itu mengacak-acak rambutnya karena merasa kesal atas kekalahannya.

“Hikaru, kamu itu nggak akan pernah menang melawan aku main catur!” jawab Inoo

“Aku kan pengen menang juga, ini tuh udah ke-30 kalinya aku kalah sama kamu, kasi dong aku kesempatan menang sekali aja” kata awak kapal yang bernama Yaotome Hikaru itu.

“Hei kalian berdua!” panggil seorang awak kapal yang berambut kecoklatan dengan sebuah piercing di telinga kiri, Hikaru dan Inoo menoleh kearah suara yang memanggil mereka itu.

“Kemarilah!!” katanya lagi.

“Ada apa sih Yuya” ujar Inoo

Kemudian Yuya menunjuk sebuah pulau pada peta yang sedang dia amati.

“Lihat!! Ini adalah pulau yang akan kita tuju berikutnya”

“Ya aku tau, kemarin aku dengar dari Yuto, kalau kapten Yabu ingin membawa kita kesana” jawab Hikaru dengan mimik wajah yang santai.

“Pulau itu menyimpan harta karun yang sangat banyak, dan belum ada satupun kapal bajak laut yang berhasil mendarat disana” tambah Inoo

“Benar, kalo kita berhasil, maka harta karun itu akan menjadi milik kita, kita akan menjadi bajak laut yang kaya.” ujar Yuya yang diiringi dengan senyum licik.

Inoo dan Hikaru manggut-manggut tanda bahwa mereka setuju dengan perkataan Yuya.

“ Nanti akan kuusulkan pada kapten untuk merenovasi ulang kapal ini, selain itu aku juga ingin fasilitas di kapal ini ditambah” tambah Yuya lagi.

“Misalnya seperti apa?” tanya Inoo

“Aku ingin kapal ini ada gymnasticnya, tempat karoke, café, kolam renang, dan spa, bukankah itu menarik?”

“Wah idemu bagus sekali Yuya, pasti kapal bajak laut kita akan terlihat sangat menarik dan keren” sambung Hikaru.

“ Benar-benar! Aku juga setuju dengan usulmu Yuya” ujar Inoo dengan mata berbinar-binar.

Mereka bertiga tertawa senang membayangkan khayalan-khayalan yang belum tentu bisa jadi kenyataan itu.

 

 

            Ketika ketiga awak kapal itu sedang asik berimajinasi tiba-tiba sebuah pisau belati melayang menuju ke arah mereka dan menancap di peta dan tepat mengenai pulau misterius yang jadi tujuan kapal bajak laut milik mereka itu. Hikaru, Inoo, dan Yuya kaget bukan main, pisau belati itu hampir mengenai salah satu dari mereka bertiga.

“Hentikan khayalan kalian yang tidak masuk akal itu” kata seorang awak kapal dari arah belakang Hikaru, Inoo, dan Yuya. Rupanya dialah yang melempar pisau belati itu.

“Hei Keito! Itu kan bahaya!” kata Hikaru kesal

“Iya nih, kamu jangan lempar-lempar pisau sembarangan kayak gitu dong! Gimana kalo salah satu dari kami ada yang kena” sambung Yuya

Inoo tidak berkata apapun, dia masih kaget dengan aksi Keito saat melempar pisau belati itu, dia membayangkan bagaimana kalau pisau tajam itu menancap di matanya, dia pun bergidik ngeri.

“Aku nggak asal-asalan melempar pisau itu, aku sudah punya sasaran jadi nggak mungkin salah!” jawabnya dengan nada datar.

“Tapi itu tetep aja bahaya tau!” bentak Yuya

“Habisnya aku kesal dengan obrolan kalian tadi itu” ujar Keito lagi

Hikaru, Inoo, dan Yuya saling toleh, mereka heran kira-kira apa yang salah dari obrolan mereka tadi sampai-sampai Keito kesal dan melempar pisau.

“Kalian pikir kapal ini kapal pesiar! Sampai-sampai mau di buat gymnastic, kolam renang, café, dan tempat karoke sama spa… kenapa nggak sekalian aja buat hotel! Ini tuh kapal bajak laut bukan kapal pesiar dan kita ini adalah bajak laut. Kalian malah menghayal yang aneh-aneh” ceroscos Keito.

“Aku sama Inoo kan nggak ikut-ikutan, itu semua kan idenya Yuya” jawab Hikaru polos

“Iya benar!” sambung Inoo

“Eee’ kok kalian berdua malah mojokin aku sih? Padahal tadi kalian berdua juga setuju kan sama ideku itu” protes Yuya.

 

            Terdengar suara langkah kaki yang sedang menuruni anak tangga, suara langkah kaki itu semakin jelas tedengar mendekati kabin tempat Hikaru, Inoo, Yuya, dan Keito berada. Pemilik dari suara langkah kaki itu pun masuk ke dalam kabin.

“Hei kalian semua sedang apa disini? Ayo cepat kumpul di atas, ada yang mau disampaikan sama kapten Yabu” kata Yuto si pemilik langkah kaki tadi itu. Semuanya keluar dari kabin dan menuju ke atas kapal. Awak kapal yang lain ternyata sudah terlebih dulu ada disana. Kemudian sesosok cowok berjalan angkuh dari balik pintu. Bertubuh tinggi dengan perawakan badan kurus namun sangat tegap dan kokoh. Memiliki tulang pipi yang tinggi dengan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mata yang tajam, dialah sang kapten yang dinanti oleh semua awak kapal bajak laut The Magic Power. Dengan penuh wibawa dia berdiri di depan semua awak kapal lainnya. Masih dengan ekspresi wajah yang dingin dia mulai berbicara.

“Kali ini kita punya misi terbaru, mungkin kalian sudah dengar dari Yuto, kapal ini akan menuju sebuah pulau misterius yang dinamakan Jumpers island”

“Woow, dari namanya aja udah kedengeran misterius kan kapten?” celetuk Yuya.

Yabu melirik Yuya dengan pandangan mata menusuk, seketika dia menundukkan wajahnya, dia sadar ini bukan saatnya untuk bercanda.

“Kita buktikan pada dunia kalo kita itu memang bajak laut yang hebat, jangan sampai kita keduluan sama bajak laut lainnya! Kalian mengerti semua?!”

“Yoshhh,, kami mengerti!” jawab awak kapal lainnya.

“Sekarang kalian kembali pada tugas kalian masing-masing!”

Semua anggota awak kapal The Magic Power berhamburan keluar dari ruangan rapat untuk menjalani tugas mereka masing-masing.

 

 

            Sementara itu di tengah lautan luas yang sepi, terlihat sebuah sekoci sedang terombang-ambing dihempas ombak. Di atas sekoci itu terlihat ada dua orang anak manusia yang sangat memprihatinkan, sepertinya mereka itu adalah korban dari kapal tenggelam.

“Aduuhh, aku capek terus-terusan kayak gini” keluh salah satu dari orang itu

“Sama aku juga, tapi kok nggak ada kapal yang lewat ya? Sepi bener dah ni laut” jawab seorang lagi.

“Kira-kira kita ada di laut mana ya, padahal udah 3 bulan kita terombang-ambing kayak gini, tapi nggak pernah liat pulau satu pun, gimana dong nih, Tsubaki?”

“Semoga aja ada kapal yang lewat sini nanti, jadi kita bisa numpang, aku nggak mau ngabisin hidupku di atas sekoci di tengah lautan kayak gini” jawab Tsubaki

“Aku juga nggak mau jadi santapan ikan hiu” jawab Yuli sambil meringis.

           

 

            Mereka tidak tahu kalo sebentar lagi takdir akan mempertemukan mereka berdua dengan kapal bajak laut Lintas Samudra.

“Yuli, yuli!!! Liat deh liat!” kata Tsubaki sambil meneropong

“Aduh, kamu jangan goyang-goyang dong! Sekocinya oleng nih” bentak Yuli

“Nih!coba kamu liat pake ini” kata Tsubaki lagi sambil memberikan teropong pada Yuli.

“Uyyeeeyy, itu kan kapal! Itu kapal kan!”

“Iya, itu emang kapal! ayo kita minta tolong sama mereka!” kata Tsubaki

“Ayo, ayo, kita kejar kapal itu!” kata tsubaki penuh semangat. Mereka berdua pun mendayung sekoci yng mereka naiki dengan sekuat tenaga. Mereka tidak tahu kalau sebenarnya kapal yang mereka liat itu adalah kapal bajak laut yang menduduki peringkat 5 besar di dunia.

 

*****Bersambung******

Author : Putu Bulbul

My Inoo ^^
Masaki
dainoo
Inoo Kei

My Hero (Part 1)
Masaki
dainoo
My Hero

Starring: Inoo Kei, Kein, Airi, Yuka, Yui, Mikaru, Chierie, and Naya
Genre: Romance, Comedy
Rating: ????

Ku langkahkan kakiku menuju pintu gerbang rumahnya dan di dalam benakku “Ini kenapa rame banget, ada apaan??”. Ku lihat sekumpulan bapak-bapak sedang asik mengobrol dan tiba-tiba mereka diam sejenak saat melihatku datang.
“Eh, Kein sudah darimana?” Tanya salah satu bapak yang familiar buatku.
“Sudah dari rumah temen, Naya-kun ada?”, Tanyaku.
“Ada di dalam, masuk saja”.
Saat memasuki halaman belakang rumah, Aku makin terkejut dengan keramaian yang ada. Aku pun mencari –cari ibu Naya-kun dan DEKITTA akhirnya ketemu dan akupun bersalaman dengannya.
“Okasan, ada acara apa nih kok rame banget?”
“Kein-chan ga tau kalo Naya mau menikah?” jawabnya dengan hati-hati.
“HHHHHAAAAAHHHH! Gogekkon?”. Aku terkejut bukan main dengan apa yang aku dengar baru saja. Orang-orang yang sedari tadi sibuk melihatku heran termasuk calon istri Naya-kun. Dadaku terasa panas dan sesak, kepalaku terasa pusing, badanku gemetar hebat mendengar berita yang mengejutkan itu.
“Kein-chan, ayo masuk dulu. Kita ngobrol di dalam” ajak okasan.
“Gomenasai okasan, kebetulan saya hanya mampir sebentar saja. Saya cuma mau cari Naya-kun saja.” Jawabku dengan tegas dan tenang, sebenarnya di dalam hatiku ada perasaan campur aduk antara kaget, marah dan sedih. Dari balik kamar, Naya pun keluar dengan ekspresi yang tidak kalah kagetnya melihatku berada di rumahnya.
“Ngapain ke sini Kein? Kita bicara di depan saja”
Aku hanya mengangguk dan berjalan dengan sempoyongan diikuti Naya-kun dari belakang.
“Kein-chan ngobrol di sini saja?” ajak ayah Naya dengan melihatku seperti tidak tega dengan apa yang terjadi.
“Arigatou, tapi saya di depan saja. Ada yang perlu saya bicarakan dengan Naya-kun”.
Sebenarnya hubunganku dengan Naya-kun sudah berakhir beberapa bulan yang lalu, namun perasaan itu masih ada walaupun sudah banyak berkurang. Beberapa hari belakangan ini Naya-kun sempat menyatakan cintanya kembali padaku dan bertanya apakah aku masih cinta dengannya. Jelas saja ku jawab “iya”. Tetapi setelah itu Naya-kun menghilang, no. hapenya tidak aktif di sms pun gagal. Dan sekarang aku ngerti alasannya dia menghilang.
Berhadapan dengannya saat ini membuatku ingin rasanya melemparkan segala benda yang ada di sekitar ku. Dia mempermainkan ku dan membohongi ku dengan tanpa memikirkan bagaimana perasaanku saat ini.
“It’s cool Naya-kun. Aku terkejut mendengar kabar ini. Tapi yang tidak
habis ku pikir adalah kamu mengajakku untuk kembali bersamamu sedangkan kamu akan menikah. Dimana pikiranmu dan perasaanmu?”. Aku pun mulai meneteskan airmata.
“Maaf Kein, aku tidak bemaksud untuk ……………”
“STOP!!!!!! Ini sudah cukup. Terima kasih untuk semuanya dan anggap kita tidak pernah kenal. Aku akan menganggapmu sudah mati dan tidak ada yang perlu dijelaskan lagi karena semua ini sudah jelas bagiku”. Aku pun pergi meninggalkan Naya dengan berlinang airmata, airmata kekecewaan. Aku tak ingin melihat ke belakang, melihat wajah orang yang paling jahat saat ini. Kulajukan motorku sekencang-kencangnya hingga pada akhirnya aku sampai di sebuah taman dan aku duduk seorang diri di bawah pohon rindang besar. Di bawah pohon ini, aku mulai menangis lagi dan menginagt-ingat kejadian yang tadi terjadi. Begitu bodohnya aku datang ke rumahnya dan my gosh orang-orang itu pasti mengira aku tidak tahu malu. Airmataku tidak henti-hentinya mengalir, namun tiba-tiba seorang laki-laki datang menyeka airmata yang dari tadi menetes. Aku kaget dan menepis tangan laki-laki itu.
“HENTAI!!!! Kamu mau apa?” bentakku dengan menepis tangannya.
“Gomen, tapi seorang wanita tidak baik menangis di tempat seperti ini sendirian. Maaf kalo aku tidak sopan. Kenalkan namaku Inoo Kei panggil aku Kei saja.” Sambil menyodorkan tangganya untuk berkenalan.
Di dalam benakku ini cowok sakep tapi kok namanya hampir sama.
“Bilang aja minta kenalan,pake nyeka airmata lagi. Akal bulus laki-laki” jawabku ketus.
“Hahahaha…. Lucu. Aku bukan tipe orang yang suka cari kesempatan dalam kesempitan. Macam Bang Napi saja. Aku cuma ga tega liat perempuan nangis, soalnya aku punya adik perempuan juga. Menurutku wanita itu harus dihargai karena mereka itu memang berharga, ne?” terangnya dengan melemparkan senyum yang mauuuuuuttt banget.
Baru kali ini aku denger laki-laki segentle dia, WOW banget. Disamping itu juga, dia cakep, putih, tinggi, rambutnya sebahu, mulutnya seksi.
“Kein”
“Kein?”
“Bukan dibaca nyambung tapi rada dipisah KE to the IN, Kein” jelasku.
“Sooooo desu ka. Wakarimashita” angguknya. “Aku ga akan nanya alasan kenapa kamu nangis di tempat ini, tapi sebaiknya kamu pulang dan jangan melanjutkan nangismu di rumah soalnya airmata yang keluar itu merupakan bagian dari darah putih yang bening dan itu akan membuat kamu lemah”.
“Yeeee,,, sapa juga yang mau kasi tau kenapa aku nangis tapi arigatou buat sarannya. Jya ne” kulambaikan tanganku kepadanya dan kuliahat lagi senyumnya yang maut dan cettar membahana. Berharap aku bertemu dengannya lagi di lain waktu. Amien.
***
“I can’t believe it!!!!! Naya-kun so cruel” Airi mengangetkanku dengan membanting tasnya. Aku yang baru saja duduk dan berniat meminum jus kelengkeng yang kubeli menjadi urung untuk meminumnya karena keduluan disambar oleh Yui-chan.
“Baru datang, ketok pintu dulu kek ini malah marah-marah ga sopan” tunjukku ke Airi. “Ini lagi, asal nyamber minuman orang, ckckckck..” pandangku sinis ke hadapan Yui.
“Gomen ne, haus siy, hehehe. Btw, cerita dunk sama apa yang dilakuin Naya sama kamu?” tanya Yui.
“Ya seperti yang kalian tau dia menikah sama wanita lain karena wanitanya hamil duluan, nutupin aib gitu”jelasku.
“Sudahlah Kein-chan, lelaki bukan dia saja. mungkin kalian berdua ga jodoh. Mending kita seneng-seneng, spend the time together” ajak Yuka.
Aku beruntung punya teman-teman yang sangat perhatian. Airi yang baik, Yui yang kayak anak kecil, Yuka yang wise walaupun terkadang rada gila, Mikaru yang always periang dan Chierie yang positif oarangnya, walaupun Chierie nun jauh letaknya sekarang. Aku bertemu mereka saat di bangku kuliah, aku dan Airi 1 angkatan dan sisanya adalah angkatan di bawahku.
“Bosen nih di rumah, Mooru o ikimasho?” ajakku.
“Ikimasuuuuuuuu!!!!!!!”.
***
Sesampainya di Mall, aku n the genkz pergi ke salah satu kafe yang menyediakan live musik yang berbau Jepang karena kami J-Lovers.
“Enaknnya pesen apa ya??” tanya Mikaru.
“Yang biasa saja Mikaru” jawab Yuka.
Saat Mikaru memesan makanan, tiba-tiba Yui memangggil seseorang dari kejauhan yang sepertinya ia kenal.
“AAAAAKKKKKIIIIIII-CCCHHHHAAAAANNNN!!!!” teriak Yui.
Orang yang dia panggil pun berbalik arah dan tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah Yui. Dia pun menhampiri meja kami.
“Ne ne, dare desu ka? tanyaku bisik-bisik ke Airi.
“Kan Yui sudah teriak tadi namanya Aki tapi selebihnya ga tahu deh”. Jawab Airi.
“Yui-chan, nani o shimasu ka? Aaa,,, namae wa Aki, Inoo Aki. Yoroshiku onegaishimasu”.
“Yoroshikuuuu”. Jawab kami semua kecuali Yui.
Sepertinya aku familiar dengan nama itu tapi siapa yaaaaa. Hmmmm,,,
“Aki-chan ke sini sama siapa” tanya Yui.
“Aku sama kakak tapi dia masih beli Piano di toko elektronik di depan sana, daripada lama nunggu mending aku tinggal saja. ntar juga nyusul” jawab Aki.
Tak lama kakak laki-laki yang dimaksud Aki datang dan ………..
“KIMI WA?????”………….

to be continued....

?

Log in